Assalamu'alaikum wr,wb.
Sebelum memulai diskusi panjang mengenai suka duka menjadi proktor (sebutan keren operator pengendali server utama/pengawas utama UNBK), saya akan memperkenalkan diri saya.
Perkenalkan nama saya Afunk Jay (nama samaran biar terlihat lebih keren), biasa di panggil Afunk (baca Afung), saya berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Timur (maaf saya samarkan soalnya menyangkut identitas, takutnya kalau postingan saya jadi viral gak enak sendiri kalau tiba-tiba saya jadi terkenal,hehehe). Saya adalah Operator Madrasah Aliyah Swasta.
Ok perkenalan sudah, sekarang langsung ke intinya inti atau istilahnya pak ndull core of the core.
Awal mula saya ditunjuk sebagai Operator Madrasah sekitar tahun 2015, pada waktu itu di madrasah tempat saya mengabdi terjadi pergantian kepala madrasah (kamad). Pergantian kamad ini bermula dikarenakan kamad yang sudah lama mengabdi di madrasah tersebut selama kurang lebih 40 tahun pengabdian telah meninggal dunia (Allohummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, aamiin), maka terjadilah kekosongan kepemimpinan, akhirnya pengurus yayasan secara dadakan mengadakan rapat darurat yang membahas pengganti kamad yang sudah menghadap Ilahi Robbi.
Dan hasilnya pengurus yayaysan menunjuk salah satu pengurus yang ada untuk menjadi kamad pengganti sementara.
Nah, selama kurang lebih satu tahun setelah itu akhirnya pengurus mengadakan rapat lagi untuk membahas penunjukan kamad baru, pada waktu itu seluruh dewan guru mengadakan rapat internal guru untuk membahas calon kamad yang diajukan ke pegurus. pemilihan calon pun berlangsung dengan pengambilan suara. Hati saya mulai dug dug sar pada saat melihat calon yang akan dipilih ternyata ada nama saya. "Waduh, saya tidak siap jadi kamad biar para sesepuh yang lebih lama mengabdi saja yang jadi kamad" gumam saya dalam hati.
Dan alhamdulillah bukan saya yang jadi kamad, segera hatiku bersorak-sorak gembira karena tidak terpilih menjadi kamad, bisa anda bayangkan bagaimana jadinya kalau saya jadi kamad,bisa tambah amburadul nanti jadinya madrasah ini,hehehe.
Namun perasaaan senang saya cuma sebentar, karena dalam rapat kerja kamad yang baru menunjuk operator madrasah (OPM), pada waktu itu saya yang ditunjuk langsung menjadi OPM (bukan Organisasi Papua Merdeka ya), karena semua memandang saya sebagai "ahlinya ahli" (istilahnya pak ndull) di bidang pengoperasian komputer. Padahal saya pribadi merasa kurang mampu mengoperasikan komputer, tapi mengapa saya yang ditunjuk sebagai OPM? mungkin karena faktor usia yang paling muda, kata orang yang muda yang bertenaga. Okelah, terlepas dari itu semua saya sanggupi saja untuk menjadi OPM, hitung-hitung cari pengalaman di dunia komputer.
Inilah awal mula saya menjadi operator Madrasah hingga saat ini, dan ternyata apapun yang ada kaitannya dengan komputer langsung diserahkan ke operator madrasah, sampai-sampai proktor UBK pun langsung diserahkan ke OPM, inilah awal mula kerja rodi seorang operator madrasah, inilah awal mula penderitaan seorang operator , dan inilah awal mula kerja 25 Jam sehari untuk operator, dan saya ucapkan selamat kepada yang telah menunjuk kami sebagai operator. untuk rekan-rekan seperjuangan yang sabar ya, ini ujian. (bukannya mengeluh ya, tapi besok akan saya beberkan satu per satu di tulisan selanjutnya mengenai suka duka seorang operator madrasah), saya yakin semua operator merasakan hal yang sama.
Mungkin kiranya itu dulu yang dapat saya sampaikan, sebagai muqoddimah saya mengawali catatan harian sebagai Operator Madrasah/Proktor, kita sambung lagi besok, insya Alloh akan saya beberkan suka dan duka menjadi operator madrasah secara lebih mendetail. Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Akhir kata:
Wassalamu'alaikum wr,wb.
SALAM OPM