Halaman

Rabu, 27 Maret 2019

UJI COBA OS SERVER CLIENT GOUNBK 2019 (v.1.5)


Assalamu'alaikum wr,wb.


Selamat pagi sobat blogger yang setia. Intermezo dulu, kali ini saya sengaja share pengalaman ujicoba OS server Client GoUNBK. Tapi jangan khawatir, insya Alloh untuk NOTE II besok-besok kalau ada kesempatan akan saya sambung ceritanya.


Ok, langsung saja ke pokok pembahasan tentang GoUNBK.

Apa itu GoUNBK?

Ok akan saya jawab langsung, GoUNBK adalah sebuah paket software client-server khusus untuk pelaksanaan UNBK. GoUNBK merupakan sistem operasi komputer berbasis linux (belum ada keterangan di website resminya mengenai distro linux yang digunakan) yang dikembangkan oleh saudara seperjuangan proktor dan teknisi dari SMK TKJ Gondang Wonopringgo Pekalongan yaitu Maman Sulaeman. (Sumber: https://gounbk.wordpress.com)


GoUNBK Server bukanlah pengganti VM Server UNBK milik PUSPENDIK. Server ini hanya sebagai media yang menyediakan fasilitas booting jaringan bagi PC Client. PC Client yang telah booting melalui media jaringan akan dapat menikmati GoUNBK Client. 
(Sumber: https://gounbk.wordpress.com)


Di dalam GoUNBK Server terdapat file Image GoUNBK Client yang akan diunduh oleh PC Client sewaktu booting. GoUNBK Client merupakan sistem operasi yang didistribusikan melalui jaringan oleh GoUNBK Server secara terpusat dengan tampilan yang mudah dioperasikan, ringan dan relatif cepat untuk operasional UNBK. (Sumber: https://gounbk.wordpress.com)


OK, setelah anda mengetahui apa itu GoUNBK, langsung saja simak ujicoba GoUNBK di video singkat berikut, saya yakin anda selaku proktor atau teknisi akan tertarik untuk menggunakannnya, langsung cekidot:

Minggu, 24 Maret 2019

NOTE I : DARI OPERATOR MADRASAH MENJADI PROKTOR

Assalamu'alaikum wr,wb.

Halo sobat blogger mania, selamat malam, jumpa kembali dengan saya Afunk Jay di blog yang sama, kali ini saya akan menceritakan tentang suka dan duka awal-awal menjadi Operator Madrasah sebelum akhirnya merangkap menjadi proktor UNBK.

Jadi ceritanya begini, setelah saya resmi dinobatkan menjadi operator di salah satu madrasah tempat saya mengabdi, saya langsung diserahi tanggung jawab untuk input data di Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIMPATIKA). Awal-awal saya berpikir itu mudah karena cuma input data saja, namun ternyata saya harus berpikir dan bekerja layaknya bapak kepala madrasah. Bagaimana tidak, saya harus mengarang nilai tenaga pendidik yang ada sehingga dengan nilai yang saya berikan, yang bersangkutan bisa layak mendapat tunjangan sertifikasi (saya yakin semua operator mengalami hal yang sama). Tidak hanya itu, saya harus mengotak atik jadwal pembelajaran selama satu semester sendiri layaknya seorang waka kurikulum, itu cukup memakan waktu lama dan memeras otak saya, sampai-sampai kadang kewajiban saya terhadap siswa menjadi terbengkelai hanya gara-gara input data di SIMPATIKA. tapi ya mau bagaimana lagi, ini juga demi kepentingan madrasah dan tenaga pendidik yang ada. 

Di samping SIMPATIKA ternyata ada lagi yang harus tugas untuk menginput data di Education Management Information System (EMIS). Hampir sama fitur yang harus diselesaikan dengan yang ada di SIMPATIKA, namun lebih njlimet (BACA sulit) lagi, karena EMIS lebih menekankan data siswa secara detail dari A sampai Z. Data siswa harus sesuai dengan kenyataan yang ada, sesuai KK, sesuai Ijazah, nomor KK harus valid, NISN harus valid (kalau misalkan NISN tidak valid harus segera diurusi dan ditindak lanjuti), nomor seri Ijazah harus valid, dan lain-lain dan lain-lain pokoknya banyak tugas operator yang harus diselesaikan dari dua jenis sistem informasi ini (SIMPATIKA dan EMIS). Memang sempat ada rekan sekantor yang menyatakan tugas operator sebenarnya gak berat kok,cuma nanganin SIMPATIKA dan EMIS. tapi ketika saya sodorkan untuk mengganti saya sebagai operator yang bersangkutan tidak mau. menjengkelkan bukan?

Tidak hanya itu, operator juga diserahi tugas menginput data dalam penyelesaian Laporan Pertanggung Jawaban Bantuan Operasional Sekolah (LPJ BOS), pokoknya urusan input menginput data itu operator ahlinya, tapi kenyataan di lapangan tidak begitu sobat, input data sih oke-oke saja, permasalahan yang muncul data yang diinput terkadang tidak lengkap, terus apa yang akan diinput kalau begitu? Terpaksa akhirnya harus cari data yang selengkap-lengkapnya sebelum menginput ke dalam sistem informasi yang ada.

Dari tiga tugas ini saja operator sebenarnya tidak mempunyai ruang untuk bersantai bersama keluarga, mungkin yang kerap kali dilakukan oleh seorang operator sepulang dari kantor sampai rumah langsung merebahkan badan, karena seharian menghadap layar monitor yang penuh dengan radiasi.

Nah, ditengah-tengah kesibukan menginput data di SIMPATIKA, EMIS, dan LPJ BOS ini pada awal tahun ajaran 2016/2017 yang lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa Ujian Nasional wajib Berbasis Komputer, singkat cerita saya ditunjuk sebagai Proktor UNBK mulai tahun pelajaran tersebut. Coba anda bayangkan apa yang terjadi di awal saya menjadi proktor UNBK ini?(Bersambung di NOTE II ya ceritanya)

Wassalamu'alaikum wr,wb.
Salam Operator Madrasah
By: Afunk

AWAL MULA DITUNJUK SEBAGAI OPERATOR MADRASAH

Assalamu'alaikum wr,wb. 

Sebelum memulai diskusi panjang mengenai suka duka menjadi proktor (sebutan keren operator pengendali server utama/pengawas utama UNBK), saya akan memperkenalkan diri saya. Perkenalkan nama saya Afunk Jay (nama samaran biar terlihat lebih keren), biasa di panggil Afunk (baca Afung), saya berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Timur (maaf saya samarkan soalnya menyangkut identitas, takutnya kalau postingan saya jadi viral gak enak sendiri kalau tiba-tiba saya jadi terkenal,hehehe). Saya adalah Operator Madrasah Aliyah Swasta.

Ok perkenalan sudah, sekarang langsung ke intinya inti atau istilahnya pak ndull core of the core. Awal mula saya ditunjuk sebagai Operator Madrasah sekitar tahun 2015, pada waktu itu di madrasah tempat saya mengabdi terjadi pergantian kepala madrasah (kamad). Pergantian kamad ini bermula dikarenakan kamad yang sudah lama mengabdi di madrasah tersebut selama kurang lebih 40 tahun pengabdian telah meninggal dunia (Allohummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, aamiin), maka terjadilah kekosongan kepemimpinan, akhirnya pengurus yayasan secara dadakan mengadakan rapat darurat yang membahas pengganti kamad yang sudah menghadap Ilahi Robbi. 

Dan hasilnya pengurus yayaysan menunjuk salah satu pengurus yang ada untuk menjadi kamad pengganti sementara. Nah, selama kurang lebih satu tahun setelah itu akhirnya pengurus mengadakan rapat lagi untuk membahas penunjukan kamad baru, pada waktu itu seluruh dewan guru mengadakan rapat internal guru untuk membahas calon kamad yang diajukan ke pegurus. pemilihan calon pun berlangsung dengan pengambilan suara. Hati saya mulai dug dug sar pada saat melihat calon yang akan dipilih ternyata ada nama saya. "Waduh, saya tidak siap jadi kamad biar para sesepuh yang lebih lama mengabdi saja yang jadi kamad" gumam saya dalam hati. 

Dan alhamdulillah bukan saya yang jadi kamad, segera hatiku bersorak-sorak gembira karena tidak terpilih menjadi kamad, bisa anda bayangkan bagaimana jadinya kalau saya jadi kamad,bisa tambah amburadul nanti jadinya madrasah ini,hehehe. 

Namun perasaaan senang saya cuma sebentar, karena dalam rapat kerja kamad yang baru menunjuk operator madrasah (OPM), pada waktu itu saya yang ditunjuk langsung menjadi OPM (bukan Organisasi Papua Merdeka ya), karena semua memandang saya sebagai "ahlinya ahli" (istilahnya pak ndull) di bidang pengoperasian komputer. Padahal saya pribadi merasa kurang mampu mengoperasikan komputer, tapi mengapa saya yang ditunjuk sebagai OPM? mungkin karena faktor usia yang paling muda, kata orang yang muda yang bertenaga. Okelah, terlepas dari itu semua saya sanggupi saja untuk menjadi OPM, hitung-hitung cari pengalaman di dunia komputer. 

Inilah awal mula saya menjadi operator Madrasah hingga saat ini, dan ternyata apapun yang ada kaitannya dengan komputer langsung diserahkan ke operator madrasah, sampai-sampai proktor UBK pun langsung diserahkan ke OPM, inilah awal mula kerja rodi seorang operator madrasah, inilah awal mula penderitaan seorang operator , dan inilah awal mula kerja 25 Jam sehari untuk operator, dan saya ucapkan selamat kepada yang telah menunjuk kami sebagai operator. untuk rekan-rekan seperjuangan yang sabar ya, ini ujian. (bukannya mengeluh ya, tapi besok akan saya beberkan satu per satu di tulisan selanjutnya mengenai suka duka seorang operator madrasah), saya yakin semua operator merasakan hal yang sama. 

Mungkin kiranya itu dulu yang dapat saya sampaikan, sebagai muqoddimah saya mengawali catatan harian sebagai Operator Madrasah/Proktor, kita sambung lagi besok, insya Alloh akan saya beberkan suka dan duka menjadi operator madrasah secara lebih mendetail. Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kata: Wassalamu'alaikum wr,wb. SALAM OPM