Halaman

Minggu, 24 Maret 2019

NOTE I : DARI OPERATOR MADRASAH MENJADI PROKTOR

Assalamu'alaikum wr,wb.

Halo sobat blogger mania, selamat malam, jumpa kembali dengan saya Afunk Jay di blog yang sama, kali ini saya akan menceritakan tentang suka dan duka awal-awal menjadi Operator Madrasah sebelum akhirnya merangkap menjadi proktor UNBK.

Jadi ceritanya begini, setelah saya resmi dinobatkan menjadi operator di salah satu madrasah tempat saya mengabdi, saya langsung diserahi tanggung jawab untuk input data di Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIMPATIKA). Awal-awal saya berpikir itu mudah karena cuma input data saja, namun ternyata saya harus berpikir dan bekerja layaknya bapak kepala madrasah. Bagaimana tidak, saya harus mengarang nilai tenaga pendidik yang ada sehingga dengan nilai yang saya berikan, yang bersangkutan bisa layak mendapat tunjangan sertifikasi (saya yakin semua operator mengalami hal yang sama). Tidak hanya itu, saya harus mengotak atik jadwal pembelajaran selama satu semester sendiri layaknya seorang waka kurikulum, itu cukup memakan waktu lama dan memeras otak saya, sampai-sampai kadang kewajiban saya terhadap siswa menjadi terbengkelai hanya gara-gara input data di SIMPATIKA. tapi ya mau bagaimana lagi, ini juga demi kepentingan madrasah dan tenaga pendidik yang ada. 

Di samping SIMPATIKA ternyata ada lagi yang harus tugas untuk menginput data di Education Management Information System (EMIS). Hampir sama fitur yang harus diselesaikan dengan yang ada di SIMPATIKA, namun lebih njlimet (BACA sulit) lagi, karena EMIS lebih menekankan data siswa secara detail dari A sampai Z. Data siswa harus sesuai dengan kenyataan yang ada, sesuai KK, sesuai Ijazah, nomor KK harus valid, NISN harus valid (kalau misalkan NISN tidak valid harus segera diurusi dan ditindak lanjuti), nomor seri Ijazah harus valid, dan lain-lain dan lain-lain pokoknya banyak tugas operator yang harus diselesaikan dari dua jenis sistem informasi ini (SIMPATIKA dan EMIS). Memang sempat ada rekan sekantor yang menyatakan tugas operator sebenarnya gak berat kok,cuma nanganin SIMPATIKA dan EMIS. tapi ketika saya sodorkan untuk mengganti saya sebagai operator yang bersangkutan tidak mau. menjengkelkan bukan?

Tidak hanya itu, operator juga diserahi tugas menginput data dalam penyelesaian Laporan Pertanggung Jawaban Bantuan Operasional Sekolah (LPJ BOS), pokoknya urusan input menginput data itu operator ahlinya, tapi kenyataan di lapangan tidak begitu sobat, input data sih oke-oke saja, permasalahan yang muncul data yang diinput terkadang tidak lengkap, terus apa yang akan diinput kalau begitu? Terpaksa akhirnya harus cari data yang selengkap-lengkapnya sebelum menginput ke dalam sistem informasi yang ada.

Dari tiga tugas ini saja operator sebenarnya tidak mempunyai ruang untuk bersantai bersama keluarga, mungkin yang kerap kali dilakukan oleh seorang operator sepulang dari kantor sampai rumah langsung merebahkan badan, karena seharian menghadap layar monitor yang penuh dengan radiasi.

Nah, ditengah-tengah kesibukan menginput data di SIMPATIKA, EMIS, dan LPJ BOS ini pada awal tahun ajaran 2016/2017 yang lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa Ujian Nasional wajib Berbasis Komputer, singkat cerita saya ditunjuk sebagai Proktor UNBK mulai tahun pelajaran tersebut. Coba anda bayangkan apa yang terjadi di awal saya menjadi proktor UNBK ini?(Bersambung di NOTE II ya ceritanya)

Wassalamu'alaikum wr,wb.
Salam Operator Madrasah
By: Afunk

2 komentar: